Kamus Brand - Digital Marketing

Above The Line (ATL)

Kegiatan periklanan melalui sarana media massa (biasanya media pihak ketiga). Misalnya : televisi, surat kabar, radio, dn billboard.

 

Account Executive

Seseorang yang bertanggung jawab dalam hubungan sehari-hari antara klien dan biro iklan/konsultan brand.

 

Advertisement

Iklan; merupakan bentuk pesan periklanan pada media massa; baik pada media cetak, audio, audio-visual, elektronik, interaktif, dalam ruang maupun luar ruang.

 

Advertising

Periklanan; pesan komersial maupun non-komersial yang bersifat persuasif dari sebuah brand yang dibayar oleh perusahaan atau institusi tertentu. Bagi praktisi, periklanan merupakan salah satu dari manajemen promosi yang menggunakan ruang media yang dibayar untuk menyampaikan pesan dan berkomunikasi kepada konsumen.

 

Advertising Agency

Biro Iklan; Perusahaan yang merencanakan dan menyelenggarakan kampanye periklanan sebuah brand.

 

Ambience Media

Media iklan non konvensional/non-tradisional sebagai cara memberi kejutan kepada khalayak sasarannya, lewat pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai media baru.

 

Audience

Kelompok yang menjadi sasaran sebuah produk, layanan, atau pesan, disebut juga khalayak sasaran.

 

Awareness

Persentase khalayak sasaran yang mengenali keberadaan sebuah brand ketika ditanyakan dalam sebuah survei. Ada dua tipe awareness,

  1. Spontaneous (spontanitas),  yang mengukur persentase dari sejumlah orang yang secara spontan menyebut sebuah brand tertentu ketika diberi pertanyaan tentang kategori sebuah brand;
  2. Prompted (ketepatan), yang mengukur persentase dari sejumlah orang yang mengenal sebuah brand dari kategori tertentu pada saat diperlihatkan daftar yang diberikan.

Below The Line (BTL)

Kegiatan periklanan melalui sarana non media massa. Aktivitas BTL meliputi publisitas, direct marketing, dan media relasi (brosur, flyer, leaflet, dsb).

Benefit

Keunggulan yang diterima dari sebuah produk, layanan, fitur maupun atribut. Keunggulan dapat dibagi menjadi :

  • Fungsional Benefits

Adalah keunggulan yang berhubungan dengan brand secara fungsional.

  • Emotional Benefits

Adalah keunggulan yang berhubungan dengan brand secara emosional.

  • Self-Expressive Benefits

Adalah keunggulan yang berhubungan dengan kemampuan brand yang dapat memberikan nilai lebih kepada pemakainya, berupa prestise, gengsi, dan kelas sosial tertentu.

Brainstorm

Curah pendapat; Proses pengumpulan ide lewat urun rembug pendapat masing-masing peserta diskusi. Pada tahap awal biasanya ide dibiarkan berkembang tanpa batasan. Lalu pada proses selanjutnya ide disaring lewat berbagai pertimbangan dan pendekatan, sehingga mengkristal dan menghasilkan ide yang cemerlang.

Brand Activation

Pemaksimalan kerja sebuah brand secara internal maupun eksternal, dalam kegiatan terencana dan terintegrasi.

Brand agency

Perusahaan perencana strategi dan aplikasi pengmbangan sebuah brand.

Brand Ambassador

Seseorang atau sekelompok orang yang ditunjuk untuk mempromosikan sebuah brand dengan cara berinteraksi dengan pelanggan, calon konsumen, mitra, ataupun media. Biasanya citra dan kepribadian orang-orang tersebut dapat diasosiasikan dengan asosiasi brand yang diwakilinya.

Idealnya brand ambassador juga dijalankan oleh semua karyawan perusahaan brand tersebut.

Brand asset

Nilai yang terkandung pada sebuah brand, termasuk brand association, brand attributes, brand awareness, atau brand loyalty.

Brand Awareness

kemampuan seorang pelanggan untuk mengingat suatu merek tertentu atau iklan tertentu secara spontan atau setelah dirangsang dengan kata-kata kunci.

-lihat juga awareness-

Brand Choice
Satu brand yang terpilih dari sekumpulan alternatif brand.

-lihat juga awareness –

Brand Community

Jaringan orang yang memiliki kontribusi dalam pembangunan sebuah brand, seringkali berperan sebagai perencana strategi ataupun penasihat sebuah brand.

Brand Equity

Kumpulan aset (dan liabilitas) yang berhubungan dengan nama brand dan simbolnya yang menambah atau mengurangi nilai yang dihasilkan oleh produk atau jasa sebuah brand. Empat hal yang menjadi basis kriteria penilaian brand equity adalah :

  1. Penilaian Loyalitas
  2. Penilaian Persepsi / Kepemimpinan Brand
  3. Penilaian Asosiasi / Diferensiasi
  4. Penilaian Kesadaran Brand

Brand experience

Interaksi masyarakat/konsumen dengan brand. Beberapa interaksi dapat dipantau; seperti lingkungan ritel, periklanan, produk/jasa, situs, dsb. Beberapa interaksi lainnya tidak dapat dipantau; seperti komentar jurnalistik dan (promosi) dari mulut ke mulut (buzz); Brand yang kuat akan timbul dari pengalaman yang konsisten (yang merupakan gabungan bentuk yang jelas dan unik secara keseluruhan pengalaman brand). Brand experience juga merupakan keseluruhan interaksi yang dimiliki masyarakat dengan produk, jasa dan organisasi.

Brand Extension

Pengembangan nilai sebuah brand untuk memasuki pasar/sektor baru. Contoh : Porsche yang sebelumnya ada di segmen mobil sport membuat varian baru mobil SUV dengan nama Cayenne.

Brand Identity

Identitas brand; Merupakan kesatuan yang kolektif dari nama, simbol, warna, kepribadian (tampilan dan perasaan) sebuah brand. Hal ini sebagai kunci dari asosiasi/atribut yang memberikan isyarat dan pesan bagi pelanggan, yaitu bagaimana cara menggunakan, menggambarkan dan menilai apa yang tercakup di dalam brand.

Identitas yang baik memerlukan manajemen yang baik agar terjaga konsistensinya. Identitas sebuah brand terbagi atas identitas visual (logo, warna, packaging, dsb), identitas verbal (gaya bicara, konsistensi, pesan), dan identitas lainnya (jingle, bau, suara, dsb).

Brand Image

Citra sebuah brand; gambaran mental konsumen terhadap sebuah produk, jasa dan organisasi. Citra bersifat selektif dan seringkali merupakan sejumlah penilaian personal mengenai asosiasi dan persepsi yang dimiliki orang terhadap brand. Bagi pengguna, hal ini didasarkan pada kemudahan yang diperolehnya berdasarkan pengalaman pada produk ataupun jasa, yang dapat memenuhi harapannya. Sedangkan bagi bukan pengguna, citra brand didasarkan pada kesan yang didapat (dimana informasi yang diperoleh belum tentu lengkap), sikap dan kepercayaan. Corta lebih sulit dikelola dibandingkan identitas karena dipengaruhi oleh suasana yang tidak dapat dipantau seperti media, kompetitor dan kondisi pasar. Secara sederhana, citra brand adalah cara konsumen membayangkan atau mempercayai sebuah brand.

Brand Loyalty

Tingkat kesetiaan pelanggan pada sebuah brand, diukur dari dukungan yang diberikan secara terus-menerus, pembelian berulang pada brand tersebut, dan kesetiaan terhadap brand tersebut. Untuk membangun brand, peningkatan loyalitas brand adalah sumber utama dari sisi keuntungan secara ekonomi.

Brand Name

Komponen verbal, lisan atau tulisan mengenai ikon sebuah brand; nama produk, jasa pengalaman atau organisasi.

Brand Perception

Cara pandang masyarakat terhadap sebuah brand.

Brand Personality

Karakter brand yang dianalogikan seperti sifat manusia (seperti serius, hangat, imaginatif, dsb). Tujuannya untuk menggambarkan perbedaan antara brand yang satu dengan yang lainnya. Pada brand yang telah terencana dengan baik, karakter ini dapat dilihat dan dirasakan dalam setiap media komunikasi dan atributnya (kemasan, iklan, humas, dsb).

Brand Positioning

Keunikan posisi yang diadopsi oleh brand dalam lingkungan yang kompetitif untuk menjamin agar konsumen dalam pasar sasaran dapat mengenal brand tersebut dibandingkan brand lainnya. Positioning melibatkan setiap elemen dalam bauran pemasaran yang ditetapkan.

Brand Story

Pemikiran brand yang dituangkan dalam bentuk cerita; pesan-pesan yang saling berkaitan tentang arti sebuah brand.

Brand Strategy

Rencana pengembangan sebuah brand secara sistematik, terarah dan terukur untuk mencapai tujuan bisnis yang telah disepakati. Strategi tersebut haruslah berorientasi pada visi brand dan harus dapat mempengaruhi keseluruhan operasional bisnis dalam memastikan perilaku dan pengalaman brand tetap konsisten.

Branding

Upaya aktif membangun sebuah brand; sebuah proses pembangunan brand.

Brandmark

Ikon, wordmark, atau simbol sebuah brand; merk dagang.

Buzz

Opini masyarakat terkini mengenai sebuah produk, jasa pengalaman atau organisasi; rumor yang beredar tentang sebuah brand.

Challenger Brand

Brand baru yang sedang naik daun, yang ikut berkompetisi bersama brand yang dominan di dalam kategori yang sama; Brand yang dihadirkan sebagai kompetitor langsung brand tertentu yang telah ada di pasar.

 

Collaboration

Kerjasama berbagai pihak dari berbagai disiplin dalam membangun sebuah brand.

 

Communication

Komunikasi dalam konteks brand adalah segala kegiatan yang mendukung kampanye sebuah brand baik secara internal maupun eksternal lewat berbagai cara.

 

Comparison Advertising

Strategi iklan yang membandingkan sebuah brand dengan brand lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung.

 

Consumer Product

Produk atau jasa yang dibeli secara rutin untuk keperluan sehari-hari pribadi ataupun keluarga.

 

Copy

Bentuk verbal (tulisan) yang dibuat sedemikian rupa agar dapat menyampaikan pesan brand secara terarah dan tepat guna dalam media. Copy biasanya dibuat oleh seorang profesional yang disebut copywriter.

 

Copyright / ©

Hak cipta; undang-undang yang dibuat untuk melindungi karya cipta agar tidak digunakan tanpa seizin atau sepengetahuan penciptanya. Dalam teorinya, hak cipta ada sejak sebuah karya diciptakan. Hak cipta dapat dialihkan, disewakan atau diperjualbelikan.

 

Core Identity

Identitas inti sebuah brand, biasanya tercermin dari nama dan merek dagang.

 

Creative Brief

Dokumen yang berisikan keterangan atau spesifikasi pengembangan kreatif sebuah brand termasuk konteks, tujuan, proses dan batasannya.

 

Creative Strategy

Strategi kreatif; Merupakan langkah taktis dalam komunikasi brand yang dibuat secara unik dan terarah. Seringkali disamakan dengan brand platform.

 

Cross Selling

Kegiatan yang mendorong pelanggan yang telah ada untuk melakukan pembelian produk atau jasa tambahan dari perusahaan yang sama.

 

Customer Relationship Management (CRM)

Penjajakan perilaku konsumen yang bertujuan untuk mengembangkan proses pemasaran dan membina hubungan baik agar tercipta keterikatan antara konsumen dengan brand. Disini dikembangkan piranti lunak atau sistem yang memberikan layanan satu per satu (one-on-one) dengan pelanggan dan hubungan yang personal antara pelanggan dengan perusahaan.

 

Customer Service

Suatu cara dimana brand dapat memenuhi kebutuhan pelanggan melalui berbagai saluran komunikasi.

 

Customization

Produk atau jasa yang dapat disesuaikan dengan keinginan atau kebutuhan pembeli.

Demographics

Karakteristik yang terlihat dari sekelompok masyarakat, seperti usia, gender, kebangsaan, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan atau penghasilan. Segmentasi pasar biasanya juga didasarkan pada data demografi.

 

Design Research

Riset terhadap pelanggan untuk mengetahui pengalaman khalayak dengan desain suatu produk (kemasan, isi, warna, tipografi, dsb), ataupun elemen komunikasi (iklan, humas, pameran, dsb) dengan menggunakan teknik kualitatif, kuantitatif atau etnografi.

 

Design Management

Kegiatan mengintegrasikan tim desain internal dan eksternal untuk menyamakan ekspresi brand dengan tujuan strategis.

 

Differentiation

Proses penempatan produk di pasar dengan mengetengahkan keunikan ataupun keunggulannya untuk dapat merebut posisi dalam pasar dan terhindar dari kesamaan dengan produk yang sudah ada di pasar.

 

Direct Marketing

Komunikasi brand secara langsung dan personal kepada khalayaknya, misalnya melalui surat.

 

Diversion

Keadaan ketika produk asli dijual kepada pembeli di satu pasar dan kemudian dijual kembali ke pasar lain. Tanpa persetujuan atau izin dari pemilik brand, dengan tujuan mendapat keuntungan sendiri. Definisi ini juga digunakan pada terminologi penjualan paralel gray market atau aktifitas gray market.

Earcon

Simbol brand berupa bunyi, suara, atau lagu (audio) untuk mengekspresikan sebuah brand misalnya jingle iklan, sound effect tertentu yang mampu menjadi indikasi brand tersebut. Misalnya : lagu yang dipakai penjaja es krim Wall’s keliling.

 

Emotional Branding

Usaha membangun brand yang bertujuan memenuhi kepuasan pelanggan melalui pengalaman inderawi.

 

Endorser Brand

Sebuah nama brand produk atau jasa yang didukung oleh master-brand, misalnya produk Nestle Nesvita® yang didukung oleh Nestle. Diharapkan konsumen akan mendapat referensi kepuasan karena didukung oleh master-brand yang sudah memiliki kredibilitas tinggi.

 

Evangelist

Seseorang yang mempromosikan brand tertentu baik dibayar maupun tidak dibayar.

 

Extension / Line Extension

Penambahan produk atau jasa baru yang masih berhubungan untuk menambah ekuitas sebuah brand.

Fast-Moving Consumer Goods (FMCG)

Deskripsi untuk barang-barang konsumsi yang biasanya dibeli oleh konsumen sehari-hari, seperti makanan, berbagai produk pembersih dan produk perlengkapan kebersihan pribadi (toiletries).

 

Feature

Nilai keunggulan dari suatu produk, jasa atau pengalaman yang memberi keuntungan bagi konsumen.

Field Test

Riset kualitatif langsung ke lapangan yang digunakan untuk menilai produk, kemasan, konsep atau pesan baru.

 

Flagship Store

Toko utama yang merupakan tempat terbaik dalam merepresentasikan sebuah brand.

 

Focus Group Discussion (FGD)

Teknik riset kualitatif yang mengundang beberapa orang yang dianggap mewakili segmentasi tertentu ke fasilitas riset untuk mendiskusikan pokok persoalan yang diberikan. FGD diselenggarakan untuk memfokuskan riset sebelumnya. Di Dalam pelaksanaannya terdapat 8 sampai 10 orang dalam satu kelompok, FGD sebenarnya merupakan wawancara mendalam, namun disampaikan dalam diskusi yang hangat, hidup dan interaktif agar informasi yang terkumpul semakin banyak dan benar.

 

Franchise

Pemberian hak penggunaan brand dan sistem operasionalnya kepada pihak tertentu.

Gap

Jurang yang timbul antara strategi brand dan pengalaman khalayak terhadap brand,

 

Generic

Produk ataupun jasa yang tidak memiliki brand, biasanya pada komoditas.

 

Generic Brand

Brand yang tidak spesifik, misalnya brand pada produk-produk komoditas ataupun produk yang dihasilkan pasar swalayan dan hanya dijual dipasar swalayan tersebut.

 

Global Brand

Produk, jasa, atau perusahaan yang telah eksis dan berkompetisi secara global.

 

Goods

Istilah lain untuk produk atau barang-barang dagangan.

 

Graphic Design

Segala sesuatu yang berkenaan dengan kegiatan rancang bangun dan penataan elemen visual (citra, warna, bentuk, huruf, dsb) untuk mengkomunikasikan identitas visual sebuah brand

Halo Effect

Kecenderungan di mana seseorang menganggap sebuah brand baik dan buruk di kategori yang satu akan baik dan buruk di kategori lain.

 

Hard Sell

Strategi komunikasi brand yang sangat menekankan keunikan dan keunggulan produk, tampil dengan pengulangan nama brand secara terus-menerus dalam berbagai media dan berbagai kesempatan.

 

HIts

Jumlah akses terhadap website sebuah brand.

 

Hybrid Visual Identity

Dua logo atau lebih yang digunakan untuk menciptakan satu identitas sebuah brand

Icon

Simbol sebuah brand.

Lihat trademark.

 Identitiy

  1. Semua karakteristik, baik dalam entitas nyata maupun tidak nyata dari sebuah brand, yang dapat memberikan penawaran unik.
  2. Elemen visual atau verbal dari brand yang memberikan identitas tertentu (brand identification) seperti nama, simbol, warna huruf, dan bentuk yang dapat membedakan produk/jasa yang satu dengan yang lain.

Ingredient Brand

Brand yang digunakan sebagai nilai tambah bagi brand lainnya. Misalnya : wajan menggunakan bahan Teflon, Komputer menggunakan prosesor Intel.

Innovation

produk , jasa atau konsep baru yang mengubah tren pasar.

Integrated Marketing Communication (IMC)

Konsep manajemen dalam mengintergrasikan komunikasi brand lewat periklanan, penjualan, promosi, humas, dan direct marketing sebagai satu kesatuan kekuatan komunikasi.

 

Integrated Marketing Team (IMT)

Tim marketing terpadu, terdiri dari tenaga ahli yang berlatar beragam, yang berkolaborasi dalam membangun brand, sebuah metateam atau virtual agency.

Intellectual Property

Buah karya hasil pemikiran berupa temuan, literatur, karya artistik, simbol, nama, citra, gambar, dan desain

Jamming

Kegiatan membangun brand melalui kolaborasi improvisasi multidisiplin.

Jumble Display

Peletakan berbagai macam brand dalam satu rak.

Key Account Management (KAM)

Perencanaan strategis yang bertujuan mengintegrasikan semua proses manajemen sehingga dapat memaksimalkan keuntungan sebuah brand. KAM yang baik mempunyai wawasan yang luas tentang sebuah brand dari hulu ke hilir, baik dari sisi penjualan maupun pembelian.

Key Buying Factor

Faktor-faktor utama yang mempengaruhi pembelian sebuah brand.

Key Performance Index

Metrik finansial ataupun non-finansial yang digunakan untuk membantu suatu organisasi menentukan dan mengukur kemajuan terhadap sasaran organisasi.    

Mall Intercept

Teknik riset pasar dengan cara wawancara konsumen langsung di toko atau tempat umum; sebuah wawancara yang dilakukan satu per satu.

 

Market Leader

Perusahaan yang berhasil mencapai posisi dominan di antara perusahaan sejenis dalam hal ukuran perusahaan (misalnya Microsoft) atau dalam pengaruh di bidangnya (misalnya Apple Computer).

 

Market Penetration

Persentase penjualan sebuah brand dalam satu kategori yang sama dalam pasar tertentu.

 

Market Position

Pengukuran peringkat brand dalam kategori tertentu, dihitung berdasarkan pengalian market shares dengan share of mind.

 

Market Share

Persentase penjualan produk atau jasa dari total penjualan dalam kategori tertentu. Dinyatakan dalam jumlah unit yang terjual atau nilai total unit terjual.

 

Marketing

Proses mengembangkan, mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan produk atau jasa dengan cara mengidentifikasi dan mengantisipasi kebutuhan konsumen.

 

Marketing Collateral

Materi pemasaran yang digunakan untuk promosi sebuah brand.

Contoh : brosur, situs, directmail, dsb.

 

Marketing Communication (Marcom)

Komunikasi brand lewat media relevan untuk mencapai tujuan tertentu.

 

Marketing MIx

Dicetuskan pertama kali oleh Neil H. Borden (1965). Terdiri dari 4P : Product, Price, Place dan Promotion. Seringkali ditambah menjadi 5P (ditambah People) atau 7P (ditambah Physical Evidence dan Process)

 

Mass Marketing

Pemasaran yang ditujukan kepada pasar sasaran yang sangat luas melalui media massa.

 

Media

Sarana penyampaian pesan brand, seperti televisi, media cetak, direct mail, internet, poster, dsb.

 

Media KIt

  1. Paket materi promosi yang diberikan saat peluncuran sebuah brand.
  2. Keterangan spesifikasi media periklanan (seperti demografi, biaya, cerita sukses, dsb) yang digunakan untuk menjual media periklanan tersebut.

 

Media Planner

Divisi atau eksekutif yang bertugas memformulasikan rencana penayangan dan anggaran media sebuah kampanye iklan. Kegiatannya disebut media planning.

 

Media Specialist

Institusi yang menjadi agen penjualan dan pembelian spot iklan di media massa.

 

Meme

Ide yang dapat berkembang biak dengan sendirinya seperti virus.

 

Message Architecture

Perencanaan hirarki komunikasi pesan dalam sebuah brand atau dalam hubungan antar brand. Misalnya : brand X memiliki nilai harga yang murah, kualitas tinggi dan mudah digunakan. Dengan berbagai pertimbangan, dipilih strategi komunikasi dengan hirarki pesan : Brand X adalah produk ‘berkualitas tinggi, lalu ‘mudah digunakan’, terakhir adalah ‘harganya yang terjangkau’.

 

Metateam

Tim besar yang terdiri dari tim-tim ahli yang lebih kecil; sebuah IMT atau virtual agency.

Lihat Integrated Marketing Team (IMT)

 

Mindshare

Respon emosional positif dari target khalayak sebuah brand.

 

Mystery Shopper

Salah satu metode riset pasar dengan mengirimkan orang-orang terlatih yang seolah-olah menjadi konsumen untuk mengamati kebiasaan konsumen dan penjual dengan melakukan interaksi antara satu dan lainnya.

 

Monolithic Brand

Nama brand tunggal yang digunakan sebagai brand utama (masterbrand) untuk semua jajaran lini produk ataupun jasa. Konsumen diharapkan mempunyai satu gambaran jelas tentang perusahaan tersebut, dan membuat keputusan pembelian yang dilakukan karena loyal dan percaya terhadap brand tersebut. Dari masterbrand, dibangun brand extension. Produk individual biasanya ditandai dengan angka atau huruf. Perusahaan seperti Mercedes ataupun BMW melakukan hal tersebut; misalnya Mercedes C Class, BMW 7 Series.

 

Mood Board

Visualisasi lewat serangkaian gambar (foto atau ilustrasi)untuk menggambarkan tone & manner sebuah brand.

 

Multibrand Strategy / Multiple Branding

Pemasaran dua atau lebih produk dengan nama brand yang berbeda yang saling berkompetisi dalam satu perusahaan yang sama.

Contoh : Sampoerna mengeluarkan A-MIld dan U-Mild. Unilever memproduksi Rinso dan Surf.

 

Tujuannya agar :

  1. Tercipta kompetisi internal di dalam perusahaan atau memberikan penawaran berbeda dalam segmentasi pasar yang berbeda pula.
  2. Untuk memaksimalkan kemapanan brand yang telah diperolehnya. Pada saat sebuah perusahaan sudah mendominasi pembagian pasar, strategi multibrand merupakan satu-satunya pilihan untuk meningkatkan penjualan tanpa mengorbankan keuntungan yang diperoleh.

Untuk menghadapi pesaing baru yang masuk ke pasar. (lihat challenger brand)

Naming

Cara penamaan brand.

Berbagai jenis penamaan :

      Founder

Nama brand yang diambil dari nama pembuatnya.

Contoh : Dell, Honda, Ford, dsb.

 

      Descriptive Name

Nama yang mendeskripsikan produk atau jasa yang ditawarkan. Sering juga disebut Product Brand.

Contoh : Aqua, Frestea, Tehbotol.

 

      Associative Name

Nama yang menyinggung aspek atau manfaat produk atau jasa, biasanya menyangkut ide atau gambaran langsung.

Contoh : nutrisari, Healthy Choice.

 

      Metaphor

Nama yang diambil dari benda, orang, binatang, proses, mitologi, atau bahasa asing yang dianggap mewakili kualitas nilai dari perusahaan.

Contoh : Nike (yang diambil dari nama dewi kemenangan di Yunani).

 

      Freestanding Name

Nama yang tidak berhubungan dengan produk atau jasa tetapi memiliki arti tersendiri.

Contoh : Teh 2 Tang (dimana ‘tang’ tidak berhubungan langsung dengan ‘teh’)

 

      Abstract / Fabricated Name

Nama yang sepenuhnya diciptakan dan tidak memiliki arti. Abstract name merupakan nama yang berdiri sendiri, karena mereka tidak memiliki hubungan dengan produk atau jasa itu sendiri.

Contoh : Lenovo (laptop yang diproduksi IBM)

 

      Acronym

Nama yang merupakan singkatan dari beberapa kata-kata. Tujuannya adalah untuk memudahkan pengucapan dan membuatnya mudah diingat.

Contoh : GE, LG, BP, dsb.

 

      Combination

Nama yang merupakan gabungan dari cara-cara penamaan diatas.

Contoh : FedEx (gabungan dari acronym dan abstract/fabricated)

 

 

Narrative

Sebuah cerita yang mendukung sebuah brand.

 

New Luxury

Barang atau jasa baru yang memberikan kualitas premium atau performa unggul dengan harga yang tinggi. Misalnya : telepon genggam Vertu.

 

Niche Marketing

Pemasaran yang diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan kelompok-kelompok kecil tertentu; bentuk dari segmentasi pasar yang ditujukan pada segmen kecil dan menggunakan media yang selektif 

OEM Market

Original Equipment Manufacturers; perusahaan yang memproduksi produk atau komponen tertentu sesuai pesanan perusahaan lain (Value-Added Reseller / VAR) untuk dijual kembali di pasar tertentu. Contohnya komponen harddisk pada komputer dibuat oleh perusahaan yang berbeda dengan perakit komputer. Namun seringkali dalam pembicaraan sehari-hari istilah OEM diartikan juga sebagai VAR, perusahaan yang menggunakan produk atau komponen dari perusahaan lain untuk dirakit atau dibentuk menjadi sebuah produk dengan brand milik perusahaan tersebut.

 

Offering

Apa yang ditawarkan perusahaan untuk dijual kepada konsumen. Sebuah penawaran meliputi produk, desain, fitur, kualitas kemasan, pendistribusian, dsb, juga jasa seperti keuangan, garansi, dan pemasangan. Nama dan brand produk juga termasuk dalam bagian penawaran.

 

One-on-one Interview

Teknik riset pasar dimana subjek diwawancara langsung ditempat.

 

One Stop Shop

Sebuah perusahaan yang menawarkan berbagai jasa, produk, atau brand terintegrasi secara keseluruhan.

 

One-on-one Marketing

Strategi pemasaran yang menitikberatkan pada interaksi persinal dengan pelanggannya.

 

On-line Survey

Teknik survey yang menggunakan media internet, seperti e-mail, pooling site, dsb

Packaging Design

Desain kemasan produk brand.

 

Pareto Principles (80:20 Rule)

Prinsip universal yang menyatakan bahwa sesuatu dalam proporsi yang kecil dapat mempengaruhi atau menyebabkan hal lainnya dalam proporsi yang besar.  Sering juga disebut aturan 80:20.

Dicetuskan oleh VIlfredo Pareto seorang ekonom dan sosiolog pada tahun 1896. Prinsip ini dalam konteks brand misalnya : pembelian 80% dari total produk yang dilakukan oleh 20% dari total khalayak.

 

Passion Brand

Brand yang memberikan nilai emosional gaya hidup tertentu kepada pemakainya.

 

Perception

Impresi yang diterima konsumen tentang sebuah brand.

 

Permanent Media

Media untuk menyampaikan pesan brand yang eksis sampai bertahun-tahun lamanya, seperti arsitektur atau signage.

 

Place Brand

Kumpulan persepsi, ide, impresi seseorang atau sekelompok orang terhadap sebuah tempat.

 

Place Branding

Penerapan konsep dan model branding pada suatu lokasi tertentu (bisa berupa negara, kota, propinsi atau wilayah). Tujuan dari Place Branding adalah memaksimalkan potensi suatu wilayah agar terjadi peningkatan kunjungan (wisata atau bisnis) yang pada akhirnya akan meningkatkan devisa dan nilai ekonomi wilayah tersebut. Place Branding biasanya digagas pemerintah setempat lewat rangkaian kebijakan publik.

 

Point Of Purchase (POP)

Bentuk materi promosi yang ditempatkan di titik kontak penjualan untuk menarik perhatian pembeli, misalnya dengan penawaran khusus.

Contoh : floor display, hanging mobile.

 

Point Of Sales (POS)

Bentuk materi promosi yang dibuat untuk meningkatkan penjualan dan memperkenalkan produk.

Contoh : shelf talker, wobbler.

 

Positioning

Strategi penempatan posisi sebuah brand dalam pikiran khalayak sasaran tertentu. Positioning menyangkut bagaimana sebuah brand membangun keyakinan dalam benak pelanggan.

 

Power Branding

Strategi dimana setiap produk dalam portfolio perusahaan memiliki nama brand sendiri dan independen, tanpa didukung oleh brand perusahaan maupun brand produk lainnya. Strategi ini biasanya digunakan oleh pabrik penyedia kebutuhan konsumen.

 

Power Law

Kecenderungan dimana keberhasilan brand yang satu menyebabkan keberhasilan pada brand lainnya dari satu produsen yang sama.

 

Private Label

Brand yang dimiliki oleh sebuah toko (umumnya toko berjaringan luas), dan hanya diedarkan di dalam toko tersebut dengan harga yang lebih murah. Misalnya : kosmetik Kania Kashuk hanya dijual di departement store Target.

 

Product Brand

Brand yang namanya memiliki kesamaan arti dengan produk yang ditawarkan

Contoh : Aqua, Bunk Bed, Teh Botol.

 

Product Life Cycle

Perjalanan penjualan produk dari proses pengembangan (development), pengenalan (introduction), pertumbuhan (growth), kejenuhan (maturity) dan penurunan (decline).

 

Product Placement

Alternatif lain periklanan, dimana produk dan merek dagang dimasukan kedalam media bukan iklan, seperti film, program tv, musik dan ruang publik.

 

Promise

Pernyataan atau janji secara tak langsung yang menciptakan pengharapan konsumen dan menjadi tanggung jawab para pegawai, seperti ‘jaminan tepat waktu’nya FedEx.

 

Prosumer

Kategori produk dan jasa yang dibuat secara massal namun dengan kualitas professional.

Contoh : camcorder amatir dengan kualitas gambar broadcast quality.

 

Prototype

Model bentuk (mock up) atau rencana yang digunakan untuk mengevaluasi atau mengembangkan produk, servis, komunikasi atau pengalaman baru.

 

Public Relation

  1. Kegiatan terencana dan terarah untuk mengkomunikasikan brand kepada publik internal dan eksternal melalui berbagai media komunikasi.
  2. Biro yang menangani komunikasi brand melalui serangkaian kegiatan yang terencana dan terarah kepada publik internal dan eksternal.

 

Publicity

Penyebaran komunikasi brand kepada masyarakat umum lewat media massa dalam bentuk artikel. Biasanya melibatkan pihak ketiga seperti wartawan, presenter TV, dsb.

 

Pure Play

Perusahaan dengan satu jenis bisnis; brand yang sangat fokus.    

Qualitative Research

Riset pemasaran yang bertujuan mendapatkan informasi yang lebih mendalam, jajak pendapat ataupun studi skala besar yang dilakukan melalui wawancara satu per satu atau focus group.

 

Quantitative Research

Riset pemasaran yang bertujuan mendapatkan informasi data ukuran/angka; merupakan gabungan analisa empiris dan matematika.

Reach

Jumlah khalayak yang dapat dijangkau oleh sebuah kampanye iklan ataupun pesan brand.

Rebrand

Kegiatan terintegrasi dan terencana untuk mengubah posisi sebuah brand secara internal dan eksternal.

Register/®

Tanda bahwa sebuah logo, nama, brand telah didaftarkan kepada institusi resmi negara yang bersangkutan.

Relaunch

Memperkenalkan kembali sebuah brand kepada pasar yang spesifik. Istilah ini digunakan oleh perusahaan yang telah memasarkan sebuah brand sebelumnya, tapi menghentikannya karena alasan tertentu.

Relaunch biasanya diikuti oleh perubahan atau penambahan keunggulan. Misalnya : perubahan secara teknis, rebranded, distribusi dengan saluran yang berbeda ataupun melakukan posisi ulang (repositioned).

Repositioning

Kegiatan komunikasi sebuah produk atau jasa yang telah eksis untuk ditempatkan pada posisi baru di dalam pemikiran konsumen. Repositioning dilakukan karena positioning sebelumnya dianggap tidak berhasil atau dianggap tidak mewakili brand.

Reputation

Opini sebuah brand oleh konsumen.

Retail Brand

Brand yang bergerak / berkutat di pasar ritel.

Rollout

Proses dimana perusahaan memperkenalkan produk baru kepada pasar di tempat atau segmen yang berbeda; waktu yang diperlukan untuk meluncurkan sebuah produk, dari masa pre-launch sampai masa post-launch

Sacrifice

Kegiatan mengurangi atau menghilangkan produk, jasa atau keunggulan yang telah gagal untuk memperkuat posisi pasar atau brand.

 

Sales Cycle

      Bagi pembeli, merupakan langkah-langkah dalam membuat keputusan pembelian:

1.     Kesadaran (awareness)

2.     Pertimbangan (consideration)

3.     Keputusan (decision)

4.     Penggunaan (use)

 

      Bagi penjual, merupakan langkah-langkah dalam menghasilkan penjualan:

1.     Menemukan dan mengkualifikasikan pelanggan.

2.     Menentukan produk atau jasa.

3.     Menerima order.

 

Secondary Visual Elements

Elemen visual sekunder yang merupakan bagian dari identitas visual. Elemen visual ini biasanya digunakan untuk menciptakan kesinambungan visual di setiap media yang digunakan brand. Tujuannya adalah menciptakan konsistensi komunikasi visual brand.

 

Segment

Sebuah kelompok konsumen atau calon konsumen yang dinilai memiliki kesamaan respon terhadap kegiatan pemasaran.

 

Segmentation

Kegiatan membagi pasar menjadi sub kategori tertentu yang memiliki persamaan nilai dan tujuan.

 

Segmented Media

Media yang hanya menjangkau segmen kecil tertentu. Contohnya media untuk profesi tertentu/industri tertentu; disebut juga targeted media.

Lihat juga Niche Marketing.

 

Service Brand

Brand yang memberikan nilai-nilai bukan dalam bentuk produk nyata, misalnya : layanan yang dapat dirasakan oleh konsumen ataupun janji yang dapat diberikan kepada konsumen.

 

Share Of Mind

Persepsi positif sebuah brand dalam kategori yang sama yang diperoleh dari riset pemasaran.

 

Signature

Bentuk gabungan penempatan logotype dan simbol.

 

Slogan

Kata-kata atau kalimat ungkapan yang menarik perhatian untuk memudahkan konsumen dalam mengingat atau mengerti sebuah brand (berasal dari bahasa Gael ‘sluagh-ghairm’ yang berarti teriakan perang)

 

Social Network

Jaringan orang-orang yang dapat dijangkau sebagai lahan penyebaran ide atau pesan menggunakan teknik viral marketing.

 

Specialization

Strategi yang memfokuskan atau mendalami satu bidang bisnis agar dapat berkompetisi lebih baik ataupun bekerja sama dengan perusahaan lain.

 

Stakeholder

Pihak terkait (perorangan, kelompok atau organisasi) yang memiliki  kepentingan dengan suatu perusahaan atau brand. Termasuk didalamnya pemegang saham (shareholders), pegawai, mitra, leveransir (supplier), pelanggan, pembeli dan komunitas masyarakat tertentu.

 

Stopping Point / Stopping Power

Kemampuan sebuah atau beberapa elemen visual dalam artifact brand untuk menarik perhatian pemirsa secara dominan.

 

Store Brand

Label privat sebuah produk yang dapat dijual dengan harga lebih murah atau dengan marjin yang lebih tinggi daripada distributor kompetitor lainnya. Kadang-kadang disebut generic brand.

 

Strategic DNA

Kode pembuat keputusan berdasarkan jalinan strategi bisnis dan strategi brand.

 

Strategy

Perencanaan dan penciptaan posisi unik dan berharga (valuable) yang menggunakan berbagai aktivitas tertentu dalam usaha mencapai tujuan bisnis. Beberapa strategi dapat diciptakan untuk menghadapi persaingan dengan kompetitor ataupun mencari celah yang belum dimasuki kompetitor.

 

Subtitutes

Produk atau jasa yang dianggap pelanggan sebagai alternatif pengganti produk atau jasa lainnya.

Contoh :pemanis buatan vs gula.

 

Sustaining Innovation

Pengembangan produk, layanan, dan bisnis yang telah eksis.

 

SWOT

Strength, Weakness, Opportunities, and Threats. Perangkat konseptual untuk menganalisa kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman sebuah brand.

 

Symbol

Tanda khusus ataupun merek dagang yang diciptakan untuk merepresentasikan sebuah brand.

Tactics

Operasionalisasi dari strategi

Lihat Strategi.

 

Tagline

Kalimat atau kata-kata yang digunakan untuk menyatakan posisi sebuah brand dalam pasar.

Contoh : Bukan Basa Basi (A Mild); Ada break, Ada KitKat.

 

Target Market

Pasar sasaran, pengelompokan pelanggan yang akan dituju sebuah perusahaan dalam memasarkan produk atau jasa.

 

Targeted Media

Lihat Segmented Media.

 

Thought Leader

Brand yang memimpin pasar lewat ide-ide yang berpengaruh, sekalipun tidak memimpin market share; contohnya Apple Computer.

 

Tone & Manner

Konteks dan tata cara brand untuk berkomunikasi kepada khalayaknya. Misalnya : brand ditujukan kepada remaja putri usia 12-15 tahun, menengah keatas, perkotaan, berpromosi melalui media cetak dengan segmen remaja (seperti: Kawanku, Gadis, CosmoGirl), menggunakan bintang pop remaja, memvisualisasikan gaya hidup remaja masa kini, dan berkomunikasi menggunakan bahasa ‘gaul’.

 

Top Of MInd

Brand yang  menduduki peringkat atas / paling diingat dalam pikiran konsumen. Top-of-mind dapat diketahui melalui proses survei. Top-of-mind brand belum tentu digunakan oleh konsumen potensial.

 

Touch Points

Setiap tempat di mana orang-orang dapat melakukan kontak dengan brand, termasuk didalamnya penggunaan produk, iklan, promosi, editorial, film, outlet/toko, pegawai perusahaan, komunikasi brand, lingkungan, dsb.

 

Trade Dress

Elemen visual warna, bentuk, huruf, layout, image, yang menciptakan identitas sebuah brand.

 

Trademark / ™

Merek dagang; adalah tanda berupa nama atau simbol yang mewakili sebuah produk atau jasa secara khas, membedakannya dengan produk atau jasa lainnya yang telah mendapatkan perlindungan hukum. Simbol brand dengan tanda ™ menyatakan bahwa brand tersebut menjadi milik khusus sebuah perusahaan atau institusi tertentu.

 

Trendsetter

Brand yang muncul sebagai pendobrak tradisi. Inovasi baru sebuah brand yang biasanya diikuti oleh brand lainnya. Contoh : ipod, Playstation (PS)

 

Tribal Brand

Pengkultusan sebuah brand yang memiliki pengikut fanatik.

Contoh : Harley Davidson, Apple Computer    

Umbrella Brand

Brand yang menaungi brand lainnya.

USP (Unique Selling Proposition)

Ciri khas / keunggulan produk atau jasa yang menjadi nilai jual di tengah kompetisi. Konsep ini dilahirkan oleh Rosser Reeves, salah seorang pegawai periklanan pada tahun 1950-an.

 

User Segmentation

Pembagian pelanggan potensial ke dalam segmen berdasarkan bagaimana dan untuk tujuan apa mereka menggunakan sebuah produk.

Validation

Penerimaan atau umpan balik konsumen terhadap pesan, konsep atau prototipe sebuah brand.

 

VALS

Value and Lifestyles; sebuah metode untuk menganalisa segmen pasar berdasarkan nilai-nilai dan gaya hidup yang dianut. Pendekatan ini merupakan buah pikiran dari Standford Research Institute International.

 

Value Added Reseller (VAR)

Perusahaan yang menggunakan komponen atau produk yang diproduksi oleh perusahaan lain (kemudian dirakit dan dikemas) untuk selanjutnya dijual kembali dengan brand milik perusahaan perakit.

 

Value Proposition

Sejumlah keuntungan yang diperoleh, termasuk didalamnya fungsi yang berkenaan dengan fungsi produk, fungsi emosional, fungsi ekspresi diri, dan harga yang kompetitif.

 

Viral Marketing

Sebuah teknik pemasaran yang menggunakan jaringan sosial (social network) sebagai media penyebaran ide atau pesan. Biasanya lewat program afiliasi (affiliate programs), co-branding, email, pertukaran jaringan secara online/offline, periklanan dari mulut-ke-mulut. Meme.

 

Virtual Agency

Sebuah tim yang dibentuk oleh perusahaan yang bekerja sama dalam membangun sebuah brand. Disebut juga IMT atau metateam    

Vision

Visi, aspirasi paling ideal di masa depan yang menjadi target pertumbuhan sebuah perusahaan. Biasanya dicetuskan oleh pemimpin, pendiri, atau pemilik perusahaan.

Visual Consistency

Benang merah yang menjadi ciri khas sebuah brand secara visual. Kesinambungan secara visual yang terdapat dalam rentang produk atau komunikasi sebuah brand (dibentuk lewat elemen-elemen visual seperti warna, citra, bentuk, dsb)

Visual Identity

Identitas visual; representasi visual sebuah brand. Termasuk didalamnya logo, huruf (tipografi), kemasan, iklan, sign system, seragam dan sistem literatur.

Visual Identity Manual

Paduan tata cara pemakaian elemen visual/desain agar dicapai kesatuan dan kesamaan persepsi identitas visual sebuah brand. Visual identity manual dapat berupa buku, CD-ROM, e-book, dan website. Istilah lainnya adalah Graphic Standard Manual, Graphic Standard Guidelines, Brand Identity Manual, Visual guidelines.

Voice

Ciri khas kepribadian sebuah perusahaan yang diekspresikan lewat komunikasi verbal, baik lisan maupun tulisan

Why-to-buy Message

Alasan yang paling jitu untuk mendorong pembelian sebuah produk, biasa dinyatakan dalam tagline.

 

Word-of-mouth Advertising

Bentuk komunikasi yang dilakukan masyarakat dengan cara sukarela mempromosikan sebuah brand kepada relasi/temannya karena alasan tertentu misalnya kepuasan pemakaian.

 

Wordmark

Nama sebuah brand yang direpresentasikan secara visual dengan desain huruf tertentu.    

Zag

Penciptaan keunggulan kompetitif sebuah brand (yang tidak hanya mengekor tren pasar) yang membuatnya mampu menjadi sebuah brand karismatik.

Kontak

Hubungi Kami

Isi Nama Anda..

Silahkan Isi dengan E-mail Aktif anda..